Forum Akademisi Indonesia Gelar Focus Group Discussion

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Forum Akademisi Indonesia (FAI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Kantor Sekretariat FAI, Jalan SMA Kapin, Kalimalang, Jakarta Timur, Kamis (16/08).

FGD mengundang empat narasumber. Mereka adalah, Penasihat KPK 2005 – 2017, Abdullah Hehamahua; Direktur Bina Sarana Informatika (BSI), Naba Aji Notoseputro; Chief Operating and Marketing Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Intan Syah Ichsan; dan wartawan senior Antara, Aat Surya Safaat.

Ketua FAI Indra Uno mengatakan, kegiatan yang diadakan oleh FAI ini bertujuan menjalin silahturahim antara akademisi dan stakeholder dalam memberikan sumbangsih gagasan terhadap kepemimpinan nasional di masa depan.

“Forum Akademisi Indonesia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang dapat meningkatkan kesadaran bagi masyarakat Indonesia dalam berperan serta pada proses kepemimpinan nasional mendatang,” kata Indra dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (18/8).

Indra menambahkan, kehadiran para pakar yang terbaik di bidangnya masing- masing ini diharapkan dapat memberikan gagasan terbaik dalam sumbangsih akademisi untuk berperan aktif mengembalikan kejayaan pendidikan di Indonesia dengan kepemimpinan nasional mendatang.

“Forum Akademisi Indonesia ingin berperan aktif mengembalikan kejayaan pendidikan di Indonesia. Sekitar 40 tahun lalu, Indonesia merupakan tempat belajarnya negara-negara tetangga. Tetapi, seiring berjalannya waktu derap langkah meraka lebih cepat daripada Indonesia. FAI ingin mengajak seluruh stakeholder untuk bahu-membahu mengembalikan kejayaan pendidikan di Indonesia dan menjadi salah yang terdepan,” kata Indra.

Menurutnya, hal itu sangat penting. Sebab, pendidikan merupakan pondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu meneruskan laju perkembangan negara Indonesia di masa depan.

Indra menambahkan, perekonomian Indonesia pada tahun 2030 diperkirakan akan menduduki ranking keenam terbesar di dunia. Terkait hal itu, SDM Indonesia harus mampu menopang status tersebut. Tidak hanya dari populasinya, tetapi harus dari kualitas SDM-nya.

“Ke depannya FAI dengan bantuan stakeholder dan masyarakat Indonesia dapat memberikan sumbangsih gagasan kepada kepemimpinan nasional mendatang dalam upaya mengembalikan kejayaan tersebut. Selain itu, Indonesia juga mampu menjadi panutan dalam bidang pendidikan. Tentunya dengan kepemimpinan nasional yang memahami proses perubahan,” ujar Indra.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*