SEMINAR NASIONAL FAI DAN LAUNCHING WEB RESMI FAI

Laju perekonomian di Indonesia saat ini tidak stabil, baik dari pengaruh perkembangan pasar global maupun kondisi dalam negeri. Oleh karenanya Forum Akademi Indonesia (FAI), sebagai tempatnya bertukar ide dan gagasan diantara para akademisi maupun para profesional, akan mengadakan Seminar Nasional pada bidang perekonomian.

Seminar nasional ini pada tahun ini telah kali kedua dilaksanankan. Seminar nasional dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Agustus 2015 di Aula Kampus BSI Kalimalang dengan mengusung tema yaitu “Indonesia Darurat Korupsi”,  sebagai bentuk komitmen para akademisi Bina Sarana Informatika (BSI) maupun akademisi di seluruh Indonesia untuk berperan aktif terhadap laju perkembangan ilmu pengetahuan terutama mengenai perekonomian di Indonesia.

Seminar ini dihadiri oleh para dewan penasehat yang kompeten dibidangnya diantaranya Farouk Abdullah Alwyni, SE, MA, MBA, ALSI dan Ir. Naba Aji Notoseputro. Serta diisi oleh dua pembicara yang kompeten dibidangnya. Pembicara pertama adalah Dr. Abdullah Hehamahua (mantan penasehat KPK) dan Dr. Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH, Msi (Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik). Seminar ini akan dipandu oleh moderator yang handal yaitu Dr. Hendra Kurniawan (Dosen Pascasarjana Manajemen Universitas BSI Bandung).

Seminar ini dihadiri sebanyak 250 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, baik dari kalangan pengajar, mahasiswa hingga profesional. Tidak hanya seminar saja, pada kesempatan ini dilaunching pula alamat website resmi dari FAI (www.akademisiindonesia.org). Diharapkan website ini dapat memberikan informasi maupun sumbang ilmu terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang perekonomian syariah.

Dalam penjelasannya Abdullah menjelaskan mengenai beberapa kasus korupsi yang ada di Indonesia. Mulai dari pendidikan anti korupsi hingga persoalan yang menyangkut pendidikan karakter bangsa.

Selanjutnya adalah penjelasan dari Ichsanuddin. Dalam penjelasannya beliau memaparkan mengenai  para perilaku ekonomi seperti salah satunya kasus sapi yang harganya sampe dengan 140 ribu. Ini merupakan perilaku dari mafia. Lebih lanjut beliau juga menjelaskan mengenai sistemik penyadaran, penyuapan, investasi dan penjajahan (penetrasi/dominasi) Asing, modal berfikir kuadrad analisis yang terdiri dari sistem dan prilaku. Antara modal soasial, modal finansial, perolehan suara.

Lebih lanjut lagi Ichsanuddin juga menjelaskan siapa orang yang berpengaruh di dunia dan bagaimana kriterianya. “Siapa pemimpin besar dan paling berpengaruh di dunia? Ada tiga kriterianya yakni: melidungi pengikut/rakyat, mencerdaskan dan menyejahterakan pengikut/rakyat, menumbuhkan dan mengembangkan keyakinan pengikut/rakyat bahwa perjalanan ke depan adalah benar”, ujar Ichsanuddin. Lebih lanjut beliau juga menjelaskan hal yang dapat dilakukan untuk terbebas dari korupsi. “Untuk bebas dari korupsi tegakkan dulu al-amin”, ujar  Ichsanuddin

Satu hari sebelumnya ditempat yang sama, tepatnya pada hari Jum’at, 28 Agustus 2015 telah dilaksanakan pula Kajian Tematik yang dilaksanakan atas kerjasama antara CISFED (Center for Islamic Studies in Finance, Economics and Development) dan Bina Sarana Informatika (BSI). Kajian tematik ini telah terlaksana kali keempat. Dengan mengusung tema Challenges Impinging Shariah Economic “Fiat Money”. Kajian ini diisi dengan pembicara yang kompeten pada bidangnya yaitu Prof. Dr. Jamal Othman (Profesor Universitas Kebangsaan Malaysia). Dan dipandu oleh moderator yang handal yaitu Dr. H. Hidajat Sufyan, SE, MM (Ketua Pascasarjana PERBANAS). Para peserta sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh pembicara mengenai isu terhangat mengenai perekonomian Indonesia saat ini, yaitu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan bagaimana peran perekonomian syariah untuk mengatasi isu tersebut.

Diharapkan dengan terlaksananya seminar kali ini, dapat memuka wawasan masyarakat dan bertukar pikiran mengenai kondisi bangsa Indonesia saat ini. [FAI]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*