Kecerdasan Buatan Untuk Robot

Apakah anda salah satu penggemar film science fiction yang melegenda yaitu “Star Trek”? Jika iya, mungkin tak lama lagi anda akan melihat karakter robot android “Data” yang merupakan humanoid robot (robot manusia) menjadi kenyataan. Pada ajang pagelaran robot sedunia “Robots in Motion 2012” yang diadakan di Hongkong, sebuah robot yang paling canggih sedunia dalam bentuk wanita cantik hadir menjadi hidup seperti manusia. Robot ini bernama Geminoid F hasil kreasi dari Hiroshi Ishiguro, ahli robotika dari Jepang. Ishiguro memprogram robot tersebut dengan 65 tingkah laku layaknya manusia, seperti berbicara, menyanyi, tersenyum, yang membuat Geminoid F ini menjadi robot paling pintar seluruh dunia.

Dalam serial Star Trek, Data adalah sebuah robot yang ditugaskan di pesawat luar angkasa Enterprise. Robot ini bertingkah laku layaknya manusia, namun dengan kemampuan komputasi yang melebihi manusia. Namun ada satu hal yang tidak dimilikinya yaitu kesadaran hati nurani. Robot bertindak berdasarkan sederet algoritma yang diprogramkan kedalam chipset yang menjadi otak dari robot. Algoritma ini berbeda-beda sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan oleh si robot. Ada algoritma untuk berfikir, membuat keputusan sederhana, belajar. Ada juga algoritma yang berhubungan dengan pergerakan, misalkan algoritma berjalan,  algoritma memegang. Dan ada pula algoritma yang mengatur sensor-sensor yang berfungsi sebagai panca indra, seperti melihat, mendengar, mencium bau, dan merasakan sentuhan. Algoritma-algoritma ini berfungsi sebagai artificial intelligence (kecerdasan buatan) yang membuat robot bertindak atau berfikir layaknya manusia.

Pada awal riset tentang Artificial Intelligence (AI) lebih banyak menekankan pada algoritma pencarian. Algoritma pencarian ini banyak digunakan untuk menentukan jalur tercepat, atau mencari jalan dalam sebuah maze, atau untuk permainan tic-tac-toe dan catur. Penggunaannya dalam AI sebuah robot agar robot dapat mencari jalan pada ruangan dengan halang rintang. Algoritma yang digunakan antara lain; Depth First Search (DFS) dan Breadth First Search (BFS).

Berikutnya adalah AI yang dapat membuat sebuah robot belajar (learning machine). Bagaimana sebuah robot dapat belajar layaknya seorang manusia ? Seperti robot Geminoid F yang canggih tersebut dilengkapi dengan sensor-sensor layaknya panca indra manusia. Dua bola matanya adalah camera canggih yang dapat meng-capture gambar dengan ketajaman tinggi. Telinganya adalah sebuah microphone dengan sensitivitas tinggi yang dapat menerjemahkan suara menjadi data digital. Hidungnya adalah sensor yang dapat membaui zat kimia. Dengan adanya sensor-sensor yang menjadi media input, maka sebuah robot dapat menyimpan data atau informasi. Informasi tersebut kemudian diolah oleh algoritma atau AI yang mengatur bagaimana sebuah robot dapat berfikir atau mengambil keputusan. Algoritma yang digunakan misalnya; neural network, case-base reasoning, decision tree dan lain-lain.

Neural network adalah model komputasi yang di-inspirasikan dari central nervous system (pusat sistem syaraf /otak) dari manusia yang mampu membuat sebuah mesin belajar dan mengenali pola (pattern recognition). Pada dasarnya neural network meniru cara kerja sistem syaraf manusia. Mereka biasanya dipresentasikan sebagai sistem-sistem dari syaraf-syaraf yang terhubung yang menghitung nilai dari input-input dengan memberikan informasi melalui jaringan.

Sedangkan algoritma case-base reasoning adalah proses memecahkan masalah-masalah baru berdasarkan solusi-solusi dari masalah-masalah di waktu lampau. Case-base reasoning tidak hanya diperdebatkan sebagai metode yang canggih untuk pembelajaran mesin tetapi juga tingkah laku yang dapat memecahkan permasalahan manusia sehari-hari.

Sementara algoritma decision tree digunakan oleh mesin untuk mengambil keputusan berdasarkan data statistik. Decision tree biasanya juga digunakan untuk melakukan data mining (penggalian data) dari sejumlah populasi data yang kemudian diambil data yang terbaik berdasarkan kriteria tertentu.

Ternyata membuat sebuah robot bukanlah pekerjaan yang mudah, kita harus menguasai algoritma-algoritma artificial intelligence yang membuat robot berfikir dan bertindak layaknya manusia. Namun sejauh ini belum ditemukan algoritma yang dapat membuat robot berperasaan seperti manusia. Mungkin beberapa dekade ke depan akan ditemukan algoritma yang dapat membuat robot berperasaan seperti manusia. Sesuai dengan pernyataan Ishiguro yang mengatakan bahwa dengan teknologi yang tepat, dia dapat membuat android yang berfikir, bertindak dan bereaksi seperti layaknya manusia. “Apa definisi manusia?” tanyanya. “Tolong jelaskan maka saya akan membuat duplikatnya.”[IAL]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*